Asosiasi DPRD Kabupaten Zona Bali Nusra Tolak Pengangkatan P3K

Berita Aktual Buletin Berita

Kupang, swarakasih – Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang dibebankan kepada daerah mendapat penolakan dari Asosiasi Dewan Perwakilan  Rakyat  Daerah  Kabupaten (ADKASI) Region Bali dan Nusa Tenggara bila dibebankan pada APBD.

“Daerah tidak mampu menggaji pegawai P3K karena di daerah sudah ada alokasi anggaran 60 persen bagi belanja publik dan 40 persen yang diperuntukkan  bagi belanja pegawai. Selain itu, selama ini  sudah ada tenaga honor daerah  yang digaji  dari APBD,” kata ketua ADKASI Region Bali dan Nusra, Yohanis Mase di Kupang,

Menurut Anis Mase, jika hal tersebut dipaksakan maka berdampak pada prosentase anggaran bagi belanja publik untuk  kepentingan  masyarakat  dan pembangunan daerah akan terkuras untuk  membiayai gaji pegawai P3K.

Anis Mase yang saat ini menjabat wakil ketua DPRD Kabupaten Kupang menjelaskan, niat utama perjuangan ADKASI bukan memperjuangkan pengangkatan  tenaga  honorer menjadi Pegawai Negeri  Sipil. Untuk itu jika pengangkatan P3K dibebankan kepada daerah maka ADKASI dengan tegas menolak keputusan tersebut.

“Selama ini ADKASI selalu gencar memperjuangkan  nasib para honorer daerah seluruh Indonesia,” kata Mase sembari menambahkan bahwa ADKASI bersama pemerintah Pusat telah sepakat untuk mengalokasikan anggaran yang bersumber dari APBN untuk mengangkat  tenaga honor melalui sistem P3K.

Dia menambahkan, berdasarkan pertemuan dengan Kementerian Dalam Negeri dan Menpan RB,  telah disepakati tidak adanya pengangkatan P3K yang dibebankan kepada Daerah. “Pengangkatan P3K harus digaji dari sumber dana APBN, dengan total anggaran sebesar 9 Triliun Rupiah untuk 300 Ribu pegawai P3K seluruh Indonesia,” tegasnya.

Untuk itu dengan adanya keputusan pengangkatan P3K yang kemudian gajinya dibebankan ke daerah, Anis Mase mengaku ADKASI akan membicarakan hal tersebut dengan Presiden Jokowi. (ny)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *