Banyak Hasil Kerajinan Warga Tidak Memiliki Haki

Berita Aktual

Oelamasi,swarakasih — Sampai saat ini di Kabupaten Kupang masih banyak usaha kerajinan industri masyarakat yang belum mempunyai sertifikat pengakuan atas kekayaan intelektual (Haki) dari produk yg dihasilkan. “Ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah demi menjamin perlindungan dan pengakuan terhadap karya anak daerah Kabupaten Kupang,” kata Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe saat Workshop Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual di Oelamasi, Kabupaten Kupang, Kamis (5/9/2019).

Sebagai contoh lanjut Manafe, hampir semua tenun dari semua desa yang ada di Kabupaten Kupang belum memiliki sertifikat hak atas kekayaan intelektual yang dimaksud. “Seorang menciptakan apapun yang hebat tapi jika tidak memiliki hak paten sama dengan omong kosong. Untuk itu kita harus patenkan dan harus bekerja sama baik dalam tingkat desa sampai ke kecamatan,” tandas Manafe.

Dinas perindustrian tegas Wabup Manafe harus bertindak cepat serta harus melibatkan ibu-ibu PKK dan Dekranasda karena PKK dan Dekranasdalah yang bersentuhan langsung dengan para pengrajin sehingga dengan diadakannya Workshop Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual mampu menghadirkan identifikasi persoalan dan alternatif penanganan atas hak kekayaan intelektual bagi para pengusaha kecil, menengah dan besar.

Sementara itu Kepala Divisi Hukum dan HAM Marciana Jone mengatakan, kekayaan intelektual sangat penting sehinggaa harus dilindungi. “Sampai saat ini tenun ikat dan sotis belum dilindungi padahal hal itu sangat penting agar tidak bisa diklaim oleh pihak lain sebagai pemilik sah,” ungkapnya

Untuk itu diharapkan pemerintah Kabupaten Kupang bisa memfasilitasi masyarakat agar ada perlindungan hukum terhadap usaha yang dirintis masyarakat Kabupaten Kupang. (andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *