Ditipu Calo Casis, Wilhelmus Kofi Rugi Puluhan Juta

Berita Aktual
Kasubdit I Kamneg Ditreskrimum Polda NTT, Kompol Okto Wadu Ere, SH, saat menggelar jumpa pers di ruang Ditreskrimum Polda NTT, Selasa, 15 Oktober 2019.

Kupang, swarakasih — Kasus tindak pidana penipuan calon siswa (casis) kembali terjadi di lingkup Polda NTT. Hal ini dikatakan Kasubdit I Kamneg Ditreskrimum Polda NTT, Kompol Okto Wadu Ere, SH, saat menggelar jumpa pers di ruang Ditreskrimum Polda NTT, Selasa, 15 Oktober 2019.

”Saat ini Penyidik Subdit Satu Ditreskrimum Polda NTT sedang menangani kasus penipuan terhadap salah seorang Casis di wilayah TTU,” kata Kompol Okto Wadu Here.

Menurut Okto, Kejadian tersebut terjadi pada awal Februari 2019 lalu, dimana ada seorang oknum bernama Marselinus Mauk (39), melakukan penipuan terhadap salah satu Casis yang bernama Silvanus Deventus Kofi.

Saat itu terlapor atas nama Marselinus Mauk mendengar informasi adanya penerimaan Casis di Polda NTT. Kemudian Marselinus berjanji kepada Silvanus Deventus Kofi, jika dirinya mempunyai jalur yang bisa mengatur para Casis untuk menjadi seorang anggota Polri. Kepada korban, terlapor meminta menyiapkan uang sejjmlah Rp. 80.000.000 jika ibgin lolos menjadi anggota Polisi.

“Jika kau mau menjadi anggota Polri, kau harus menyiapkan uang sebesar Rp.80.000.000. Namun kau harus mempertemukan saya dengan orang tua mu,” kata pelaku seperti dikutip Okto.

Selanjutnya Silvanus lalu mempertemukan terlapor dengan orang tuanya yang bernama Wilhemus Kune Kofi (korban). Awalnya korban ragu dengan pernyataan terlapor, namun karena seringnya terlapor berkunjung ke rumah korban, sampai menemani Silvanus mendaftar ke Polres TTU dan mendapat nomor tes, maka korban pun yakin dengan terlapor.

Selanjutnya korban mempercayai anaknya bersama terlapor untuk ke Kupang mengikuti tes polisi. Seiring perjalanan waktu, korban mulai menyadari dirinya ditipu oleh terlapor, karena anaknya tidak lulus tahapan psikologi.

“Korban menghubungi terlapor untuk meminta kembali sejumlah uang yang telah digunakan oleh terlapor sejak dari awal tes di Polres TTU hingga mengikuti tes di Kupang. Hingga tanggal 11 Oktober 2019, korban tidak mendapat kejelasan apapun dari terlapor, maka korban melaporkan kasus ini ke Polda NTT. Dan saat ini sudah ditangani oleh penyidik ditreskrimum Polda NTT, dan sudah sampai pada tahap penyelesaian pemberkasan,” Jelasnya.

Untuk itu kepada masyarakat, Kepolisian menghimbau agar lebih hati-hati bila ada penerimaan siswa calon Polisi. (desi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *