Persoalan Tenaga Kerja Ibarat Mengurai Benang Kusut

Berita Aktual Nasional
Ana Waha Kolin, sekertaris Fraksi PKB DPRD Provinsi NTT

Kupang,swarakasih — Persoalan pengiriman Tenaga Kerja (Naker) dari Provinsi Nusa Tenggara Timur keluar daerah maupun keluar negeri dinilai selalu terjadi berulang kali dari tahun ke tahun. Untuk itu perlu adanya kerjasama dari semua pihak agar kedepan pengiriman tenaga kerja dari NTT keluar daerah tidak lagi bermasalah.

“Mengatasi persoalan pengiriman tenaga kerja dari NTT keluar negeri maupun dalam negeri ibarat mengurai benang kusut yang apabila salah urai maka semakin kusut, sehingga perlu campur tangan semua pihak untuk bersama mencarikan solusi terbaik bagi tenaga kerja dari NTT,” kata anggota DPRD NTT, dari Fraksi PKB, Ana Waha Kolin, Rabu (18/9/2019) di Kupang.

Menurut An Kolin yang juga aktifis perempuan ini, bagi tenaga kerja dari NTT yang ingin bekerja keluar daerah maka modal awal yang harus dimiliki yakni harus mempunyai kemampuan dasar dan ilmu pengetahuan yang cukup sehinga tenaga kerja dihargai dan dihormati oleh pihak pemberi kerja ditempatnya bekerja.

“Setiap calon tenaga kerja yang hendak bekerja keluar daerah atau keluar negeri harus mempersiapkan diri secara matang melalui pelatihan agar dapat membentengi dirinya dari segala persoalan sehingga tidak mengalami hal-hal yang sama-sama tidak kita ingini”, ungkapnya.

Bagi An Kolin, setiap calon tenaga kerja sebelum memulai suatu pekerjaan ditempatkan atau perusahaan tempatnya bekerja maka harus melalui prosedur resmi berupa kontrak kerja yang memuat hak dan kewajiban antara pekerja dengan pihak pemberi kerja sehingga kedepan tidak terjadi masalah serupa yang selalu terjadi.

Sekertaris Fraksi PKB DPRD NTT ini juga meminta pemerintah Provinsi NTT agar menyikapi persoalan tenaga kerja bermasalah, apalagi oleh pemerintah telah dibentuk gugus tugas yang bertugas di setiap pintu masuk dan keluar seperti pelabuhan dan bandara untuk mengawasi pengiriman tenaga kerja dari NTT. “Apakah gugus tugas yang telah dibentuk pemerintah telah difungsikan dengan benar atau tidak. Apabila telah difungsikan maka seharusnya tidak ada lagi persoalan pengiriman tenaga kerja secara ilegal”, tegas Kolin.

Dia juga mengakui kinerja Dinas Tenaga Kerja provinsi NTT yang cukup aktif sehingga patut diberi apresiasi. Namun katanya, apabila timbul persolan baru maka perlu dilakukan uji petik seperti kasus penelantaran tenaga kerja asal NTT yang sering terjadi. (andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *