Rumah Sakit Pemerintah Harus Memiliki Incinerator

Berita Aktual
Anggota DPRD NTT, Kristien Samiyati Pati

Kupang, swarakasih — DPRD NTT minta Pemerintah Provinsi menyiapkan incinerator atau alat pembakar sampah medis bagi setiap Rumah Sakit milik pemerintah, seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) W.Z. Yohanes.

“Sampai saat ini RSUD Yohanes tidak memiliki incinerator padahal setiap hari Rumah sakit itu memproduksi sampah medis dan limbah medis.yang mengandung Bahan Berbahaya Beracun,” ungkap anggota Komisi V DPRD NTT, Kristien Samiyati Pati, Selasa (29/10/2019) di Kupang usai sidang Paripurna.

Namun lanjut politisi Partai NasDem NTT ini, sebelum alat pembakaran sampah medis atau limbah medis itu ditempatkan, pemerintah diminta untuk melakukan kajian terhadap dampak lingkungan di lokasi yang akan ditempatkan alat tersebut.

“Sebelum menempatkan alat pembakar sampah medis, pemerintah melalui dinas teknis perlu melakukan study banding untuk melihat lokasi atau tempat dimana yang cocok atau pantas untuk ditempatkan alat tersebut sehingga dampak dari pembakaran limbah medis tidak sampai dihirup warga,” kata Kristien Pati.

Dan untuk pengadaan incinerator, dirinya menghimbau kepada pihak Rumah Sakit agar menggunakan incinerator jenis baru walaupun harga jualnya sedikit lebih mahal namun asap dari sisa pembakaran sampah atau limbah medis tidak keluar dan bercampur dengan udara yang dapat dihirup warga disekitar tempat pembakaran sampah medis.

Dia juga berharap kedepan seluruh rumah sakit dan puskesmas-puskesmas di seluruh Kabupaten Kota juga memiliki alat pebakar sampah medis sendiri sehingga tidak lagi menguburkan sampah medis dalam tanah karena dapat menyebabkan kesuburan tanah menjadi berkurang bahkan hllang sama sekali. (andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *