Selama 2018, 105 PMI Meninggal di Luar Negeri

Berita Aktual Buletin Berita

Kupang, swarakasih – Memperingati satu tahun wafatnya Adelina Jemira Sa’u, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal di Malaysia, Sinode GMIT bersama Jaringan Anti Perdagangan Orang dan Tenaganita Malaysia, Selasa (12/2/2019) menggelar jumpa pers bersama sejumlah awak media di Kupang dengan Executive Director Tenaganita Women’s Force Malaysia, Dr. Glorene Das secara langsung dari Malaysia .

Ketua Badan Pembantu Pelayanan (BPP) Hukum, Advokasi dan Perdamaian Sinode GMIT, Pdt. Emy Saherian mengatakan, Adelina merupakan salah satu dari ratusan PMI asal NTT yang meninggal di luar negeri akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh majikanya sendiri.

“Kasus Adelina bukan yang pertama di Malaysia. Ada rentetan kasus yang menjadi berita utama pada tahun-tahun terakhir tentang para pekerja rumah tangga dari NTT yang meninggal di Malaysia,” kata Sahertian.

Dalam catatan Sinode GMIT, pada tahun 2004 lalu terjadi kasus penganiayaan yang dialami Nirmala Bonat, lalu pada Maret 2009, Siami, pekerja rumah tangga asal Indonesia yang bekerja di Segamat, Johor, Malaysia disiram dengan air panas dan dipukul dengan rotan oleh majikannya, kemudian pada Juni 2009 Siti Hajar disiksa dan tidak diberi makan oleh majikan, serta pada 2014 Isti Komariah, pekerja asal Indonesia yang mati kelaparan akibat tidak diberi makan oleh majikannya.

Pada tahun 2014 juga, Mariance Kabu, pekerja rumah tangga asal Kabupaten Timor Tengah Selatan berhasil diselamatkan oleh Polisi Malaysia setelah disekap selama Delapan bulan dan disiksa secara fisik, psikologis dan seksual oleh majikannya.

“Sejak Januari hingga Desember 2018, sebanyak 105 orang pekerja migran Indonesia asal NTT meninggal diluar negeri. Dari 105 orang itu, 95 orang meninggal di Negara Malaysia, 5 orang meninggal di Indonesia, dan Satu orang di Afrika dan Empat lainnya di Singapura,,” jelas Sahertian.(des)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *