Stikes Maranatha Kupang Lepas 102 Ners

Berita Aktual Buletin Berita Uncategorized

Kupang, swarakasih – Sebanyak 102 orang alumnus Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Maranatha Kupang, Sabtu (9/2/2019) disumpah dan dikukuhkan sebagai perawat kesehatan melalui sidang terbuka yang berlangsung di kampus Stikes Maranatha Kupang.

Acara penyumpahan dan pengukuhan profesi Ners bagi ke 102 orang perawat tersebut dipimpin oleh ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Nusa Tenggara Timur, Semuel Selan dan didampingi rohaniawan serta disaksikan Ketua Stikes Maranatha Kupang, Merry Fanggidae Tumeluk.

Valentine Juwita Ipimas salah satu alumnus Stikes Maranatha dengan lulusan terbaik dengan predikat Cum laude (Dengan pujian tertinggi, red) sangat berterima kasih kepada Stikes Maranta yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan profesi Ners selama Satu tahun di berbagai Rumah Sakit dan Puskesmas yang tersebar di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Sementara itu Ketua Stikes Maranatha Kupang, Merry Fanggidae Tumeluk dalam sambutannya mengatakan, sejak didirikannya Stikes Maranatha Kupang, sudah 443 orang alumnus yang telah disumpah dan dikukuhkan sebagai perawat melalui pendidikan Profesi Ners.

Menurut Merry Tumeluk, saat ini sebagian lulusan Stikes Maranatha telah bekerja di fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta yang tersebar di seluruh Indonesia maupun luar negeri seperti di negara Timor Leste dan Jepang.

Hal itu lanjut Merry Tumeluk membuktikan bahwa lulusan Ners Stikes Maranatha Kupang juga diakui secara Nasional dengan prosentase lulusan terbanyak yakni lebih dar 100 orang dan mendapat penghargaan dari intitusi penghargaan Ners Indonesia.

“Sumpah profesi Ners merupakan garis awal dari sebuah tanggung jawab profesi perawat yang dibutuhkan banyak orang karena profesi perawat adalah profesi yang mulia,” katanya.

Profesi Ners katanya merupakan profesi mulia walau tidak selamanya mampu memuaskan semua pasien, tetapi profesi tersebut sangat dibutuhkan walau sesekali dimarahi oleh pasien dan keluarga. “Oleh karena itu tetaplah setia dalam menjalankan profesi yang mulia. Prosesi Ner diibaratkan sebagai malaikat tak bersayap,” ungkapnya.

Ketua DPW PPNI NTT, Sabinus Kedang S.kep.,Ns., M.kep, sumpah profesi Ners yang telah dilakukan oleh Stikes Maranatha Kupang merupakan amanat undang-Undang tentang Kesehatan dan Undang-undang tentang Keperawatan.

“Sumpah profesi yang telah dilakukan harus benar-benar dijalankan dengan sunguh-sunguh karena mengandung tanggung jawab atas tugas dan kewajiban secara profesional,” tegas Kedang.

Untuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus bertanggung jawab dan wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) sesuai amanat Undang-Undang kesehatan dan Keperawatan.

Data BPJS Kesehatan menyebutkan, saat ini peserta BPJS Kesehatan terbanyak adalah berusia diatas 60 tahun, yakni sebesar 60 persen dengan total biaya mencapai Rp 203 Triliun.

Dengan berpegang pada data tersebut, lanjut Selan, merupakan kesempatan bagi para lulusan Perawat untuk membuka praktek mandiri. “Namun tentunya setiap perawat yang ingin membuka praktek mandiri harus lulus kompetensi dan memiliki STR serta terintegarsi dan memiliki kartu tanda anggota sebagai anggota profesi perawat,” tandasnya. (and)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *